MAKALAH TRANSISI PENDUDUK(DASPEN)-UAS
MAKALAH
DASAR KEPENDUDUKAN
TRANSISI PENDUDUK
DOSEN PEMBIMBING
NIA MUSNIATI, SKM, MKM
DISUSUN OLEH
SINGGIH SUSILO
UNIVERSITAS
MUHAMMADIYAH
PROF.DR.HAMKA
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
KESMAS
2020
PEMBAHASAN
Transisi demografis adalah
model yang digunakan untuk menggambarkan perubahan angka kelahiran, kematian,
dan populasi suatu daerah seiring dengan waktu. Model ini dibuat dengan
mengolah data kependudukan dari negara-negara Amerika Utara dan Eropa yang
sudah terindustrialisasi.
Model ini terbagi kedalam
beberapa tingkatan yang melambangkan perubahan drastis pada salah satu faktor
pertumbuhan penduduk. Model ini juga berusaha untuk menjelaskan mengapa
perubahan-perubahan tersebut dapat terjadi.
Transisi demografis dapat pula digunakan untuk memprediksi struktur populasi yang mungkin terjadi pada suatu
negara. Negara yang berada pada tahapan awal cenderung memiliki penduduk usia
muda yang banyak sedangkan negara pada tahapan akhir cenderung memiliki
penduduk usia tua yang banyak.
MODEL TRANSISI
DEMOGRAFI
Ilustrasi Model Transisi Geografis yang Terbagi Menjadi 5 Tahap
Model yang kali ini digunakan membagi transisi
demografis menjadi 5 tahap. Namun, tidak semua model menjelaskan tahap ke 5,
banyak model yang hanya mengakui hingga tahap ke 4.
Pada dasarnya, tahap 5 masih sangat baru dan belum
banyak informasi mengenai tahap ini, sehingga informasi yang ada kurang
mendalam untuk memodelkan tahapan ini.
Tingkat 1
Pada tahap ini, angka kematian dan angka kelahiran
masih tergolong tinggi, umumnya pada tingkatan 35/1000. Pada tahap ini terdapat
pertumbuhan penduduk yang sedikit.
Angka kelahiran yang tinggi disebabkan oleh
- Tidak
adanya perencanaan keluarga atau alat kontrasepsi
- Tingkat
kematian anak yang sangat tinggi sehingga orang tua terpaksa melahirkan
lebih banyak anak agar kemungkinan ada yang hidup lebih tinggi.
- Sistem perekonomian
subsisten yang padat karya sehingga diperlukan banyak anak untuk berkerja
di lahan pertanian dan peternakan.
- Jumlah
anak yang banyak dianggap sebagai tanda kejantanan dan kesuburan rahim.
Oleh karena itu, banyak keluarga yang melahirkan banyak anak agar dapat
berbangga diri.
- Kepercayaan
agama yang sangat kuat. Banyak agama, diantaranya adalah katolik, hindu,
dan islam, yang menyarankan keluarga untuk mempunyai anak yang banyak.
Sedangkan, angka kematian yang tinggi, terutama pada
anak kecil disebabkan oleh
- Penyakit dan wabah yang merajalela
- Kelaparan dan pola makan serta nutrisi yang buruk
- Tingkat kebersihan yang buruk
- Kemampuan medis yang sangat terbatas
Tingkat 1 pada transisi demografis berkorelasi dengan
kondisi peradaban Inggris sebelum taun 1760. Sekarang, hanya suku-suku
pedalaman yang masih melakukan hunting and gathering seperti
suku bushman Kalahari dan suku-suku tribal di hutan Amazon yang dikategorikan
sebagai tingkat 1.
Tingkat 2
Pada tingkat kedua, angka kelahiran tetap tinggi,
namun angka kematian menurun secara drastis, hingga ke angka sekitar 20/1000.
Pada tahap ini terjadi pertumbuhan populasi yang sangat tinggi.
Penurunan angka kematian disebabkan oleh
- Semakin
baiknya pengetahuan medis dan fasilitas-fasilitas medis
- Perbaikan
infrastruktur sanitasi dan suplai air bersih
- Perbaikan
pada suplai makanan, baik dari proses
produksi maupun distribusinya. Kualitas dan kuantitas makanan
meningkat sehingga menurunkan tingkat malnutrisi serta kelaparan.
- Perbaikan
infrastruktur transportasi sehingga lebih mudah memindahkan sumber daya alam dan
sumber daya manusia
- Penurunan
pada tingkat kematian anak
Tingkat 2 dari transisi demografis berkorelasi dengan
kondisi Inggris pada tahun 1760-1880. Sekarang, negara yang berada pada tingkat
2 adalah negara-negara LEDC seperti Kenya, Ethiopia, dan Bangladesh. Negara
LEDC adalah kependekan dari less economically developed country,
istilah ini digunakan untuk negara-negara berkembang yang masih jauh dari tahap
industrialisasi negara berkembang.
Tingkat 3
Pada tingkat 3 transisi demografi, angka kelahiran
mulai menurun secara drastis dan angka kematian kembali menurun namun secara
perlahan. Angka kelahiran kira-kira akan mencapai 20/1000 sedangkan angka
kematian mencapai 15/1000 sehingga terjadi pertumbuhan populasi secara
perlahan. Namun, karena jumlah populasi sudah sangat banyak, meskipun
pertumbuhan perlahan, jumlah anak yang lahir sudah sangat banyak.
Penurunan angka kelahiran disebabkan oleh
- Munculnya inisiatif perencanaan keluarga, produk kontraseptif, dan
aborsi
- Menurunnya tekanan untuk memiliki banyak anak karena pada tingkat ini,
kematian anak sudah rendah
- Mekanisasi industri dan pertanian menyebabkan jumlah pekerja yang
dibutuhkan semakin sedikit
- Meningkatnya keinginan untuk memiliki kekayaan seperti rumah dan mobil
serta menurunnya kemauan untuk memiliki keluarga yang besar dengan banyak
anak
- Insentif yang semakin banyak untuk memiliki keluarga yang kecil.
Insentif dapat disengaja oleh pemerintah ataupun tidak disengaja oleh
kondisi ekonomi dan faktor sosial
- Emansipasi wanita menyebabkan semakin banyak wanita memilih edukasi
dan karir ketimbang menjadi ibu rumah tangga
Tingkat 3 transisi demografi berkorelasi dengan
kondisi di Inggris pada tahun 1880-1940. Sekarang, negara-negara yang
dikategorikan masuk kedalam tingkat 3 adalah negara emerging countries atau
negara berkembang yang sudah cukup maju dan memiliki pertumbuhan ekonomi serta
teknologi tinggi. Contoh negara-negara ini adalah China, Brazil, dan India.
Tingkat
4
Pada tingkat 4 transisi
demografis, angka kelahiran dan angka kematian sudah sangat rendah, pada level
16/1000 untuk kelahiran dan 12/1000 untuk kematian. Sehingga pertumbuhan
populasi sangat rendah. Pada tahap ini, negara umumnya sudah dianggap maju dan
terindustrialisasi.
Pada tahap ini, sudah
mulai ada risiko terjadinya peningkatan rasio ketergantungan. Yaitu kondisi dimana terdapat banyak orang tua
non-produktif yang harus ditanggung oleh generasi muda produktif. Contoh negara-negara
yang sudah memasuki tahap 4 adalah Inggris, Amerika Serikat, Argentina, dan
Jepang.
Tingkat 5
Tingkat 5 merupakan tahapan transisi demografis yang baru diobservasi
belakangan ini. Pada tahap ini, angka kelahiran turun sehingga menjadi lebih
rendah dari angka kematian, atau sebaliknya, angka kematian yang meningkat.
Tahap ini ditandai dengan penurunan populasi negara tersebut.
Alasan penurunan angka kelahiran antara lain adalah
- Fokus pada
materialisme dan kekayaan sehingga tidak ingin memiliki keluarga
- Pendidikan
yang semakin tinggi dan menyeluruh membuat orang-orang berorientasi karir
- Semakin
tersedianya fasilitas aborsi dan kontrasepsi
- Semakin
mahal biaya hidup sehingga orang-orang tidak mau memiliki anak
- Keengganan
untuk menikah dikarenakan kebutuhan hidupnya sudah terpenuhi oleh wahana
kenikmatan lainnya
Alasan peningkatan angka kematian antara lain adalah
- Munculnya
penyakit degeneratif yang tidak menular dan disebabkan oleh gaya hidup modern
yang tidak sehat. Contohnya adalah kanker, HIV, penyakit jantung, dan
obesitas.
Contoh negara yang sudah mengalami transisi demografi tingkat 5 ini adalah
Swedia dan Italia.
Kritik
Seperti semua model
prediktif, model transisi demografi memiliki banyak keterbatasan.
Keterbatasan-keterbatasan itu antara lain adalah
1. Gagal
dalam memprediksi tahap ke 5 dimana angka kelahiran lebih sedikit dibandingkan
dengan angka kematian.
2. Model
yang dianggap terlalu eurosentris karena menganggap bahwa semua negara akan
melalui tahapan-tahapan tersebut. Jika melihat data yang sudah ada, kecil
kemungkinan negara-negara miskin di Afrika dapat melewati tahap industrialisasi ekonomi
3. Tidak
semua perubahan kematian dan kelahiran se-drastis yang digambarkan pada model
ini. Banyak negara yang pada tahap ke 2 tidak mengalami penurunan kematian
secara drastis karena mereka tidak mampu membuat fasilitas kesehatan dan
membeli obat. Selain itu, banyak juga negara yang tidak mengalami penurunan
kelahiran secara drastis pada tingkat 3 karena faktor agama yang kuat seperti
di Brazil.
4. Negara-negara
NIC sekarang mengalami transisi demografi yang juah lebih cepat dibandingkan
prediksi model ini. Hal tersebut disebabkan oleh perkembangan teknologi yang
sudah maju dan kekayaan negara-negara
tersebut dari perdagangan dan
industrialisasi.
DAFTAR PUSTAKA
www.OurWorldInData.org


Comments
Post a Comment